Kita menngenal Rootkit pada windowws XP, maka pada Vista, ada yang bernama Bootkit. Rootkit dan Bootkit merupakan musuh sistem operasi, bahkan pada windows vista yang aman karena hanya menrima program tersertifikasipun dapat ditembus. Dua orang hacker asal India membuat program bernama VBootkit yang dapat menjalankan Vista Boot Prosses, bahkan menghentikannya. Program ini juga dapat memanipulasi kernel untuk menjalankan program yang tidak tersertifikasi sekalipun. Cara kerjanya ialah ketika Bootmgr.exe dijalankan, VBootkit memanipulasi security query yang sedang berjalan dan mencopy alamat memory yang tidak terpakai. Pada Boot selanjutnya, ketika Winload.exe dan NTOSKrnl.exe berjalan, program juga diproses sehingga akan aktif pada proses background saat masuk pada system.
Pada konfrensi keamanaan Blackhat di Eropa, kmar Brother mendemostrasika mengakses Vista tanpa signature, ia dapat mengakses system privilage, kemudian memmperoleh system right ke sebuah shell. Dari sinilah, tiap copy protection yang berfungsi melalui signature driver dapat ditembus. Dan yang lebih berbahaya, para hacker dapat memasangkan malware untuk mengambil alih PC.
referensi : Vista CHIP Edition 06 - Recovery Disk Edisi Reguler 2007
Free Template Blogger
collection template
Hot Deals
BERITA_wongANteng
SEO
Vista - Windows Parental Control
Sering kali materi - materi yang dibuka di internet mengandung unsur - unsur pornografi atau site - site sejenis lainnya, lantas bagaimanakah menangani agar adik kita yang masih kecil tidak ikut tercemar dengan membuka situs - situs demikian? Windows Vista menanganinya dengan Parental Control, dari sini kita dapat mengatur hak akses user lainnya. Berikut tutorial singkat mengatur akses Parental Control agar tidak dapat mengakses site - site yang kita blok maupun yang kita ijinkan,
1. Dari window Control Panel > 'User Account' klik 'manage another Account'
2. Klik salah satu account, disini contohnya account 'lil'
3. Klik 'Set up Parental Controls'
4. klik salah satu account yang akan ditangani, dalam hal ini 'lil'. setelah itu akan muncul windows awal Parental Control.
5. Klik 'On' pada pilihan parental control untuk mengaktifkan seluruh komponen.
6. Klik 'On' pada 'Activity Reporting'
7. Klik pada 'windows Vista Web Filtter', maka akan tampil jendela baru.
8. Pastikan pastikan pada pilihan 'Whice Parts of the Internet can lil visit?' menunjukkan Blok some website or content
9. Jika ingin memasukkan website apa saja yang diijinkan dan yang tidak, klik pada 'To control access to specific website, add the allow and blok list'
10. Masukkan URL pada kolom website address, maka tombol 'allow' dan 'block' akan aktif untuk mengkategorikan site tersebut.
11. Klik 'OK' maka account tersebut telah terbatasi hak aksesnya.
referensi :
referensi : Vista CHIP Edition 06 - Recovery Disk Edisi Reguler 2007
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
1. Dari window Control Panel > 'User Account' klik 'manage another Account'
2. Klik salah satu account, disini contohnya account 'lil'
3. Klik 'Set up Parental Controls'
4. klik salah satu account yang akan ditangani, dalam hal ini 'lil'. setelah itu akan muncul windows awal Parental Control.
5. Klik 'On' pada pilihan parental control untuk mengaktifkan seluruh komponen.
6. Klik 'On' pada 'Activity Reporting'
7. Klik pada 'windows Vista Web Filtter', maka akan tampil jendela baru.
8. Pastikan pastikan pada pilihan 'Whice Parts of the Internet can lil visit?' menunjukkan Blok some website or content
9. Jika ingin memasukkan website apa saja yang diijinkan dan yang tidak, klik pada 'To control access to specific website, add the allow and blok list'
10. Masukkan URL pada kolom website address, maka tombol 'allow' dan 'block' akan aktif untuk mengkategorikan site tersebut.
11. Klik 'OK' maka account tersebut telah terbatasi hak aksesnya.
referensi :
referensi : Vista CHIP Edition 06 - Recovery Disk Edisi Reguler 2007
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
penulisan Ilmiah Saya- 23/02/2010
Sekian lama menuntut ilmu di kampus tercinta tidak terasa 5 semester telah terlewati, kini semester 6 siap ku jalani dengan penuh semangat. Semester ini akan ada Penulisan Imiah atau biasa disebut dengan PI. Berbicara mengenai PI, tentu mahasiswa ada yang merasa takut, bimbang, atau bingung karena hingga detik dibagiannya Dosen Pembimbing belum menemukan ide. Padahal jauh - jauh hari dosen - dosen yang pernah mengajar kami tak bosan - bosan mengingatkan kami untuk mempersiapkan ide menyambut PI, namun menemukan ide tidaklah semudah menemukan buku yang terselip di lemari. Kalau hanya ilmu, dapat kita cari melalui buku, browsing internet atau melalui kursus maupun workshop, namun ide tidaklah di jual di toko - toko buku. Ide bisa dengan mudah didapatkan dengan atau tanpa sengaja, bisa juga terasa sangat sulit untuk menemukannya. Ide dapat dengan mudah kita temuka dengan memperhatikan lingkungan sekitar kita, jika kita jeli, kita dapat menemukan hal - hal yang dapat kita jadikan bahan PI kita.
Untuk PI yang sebentar lagi datang, saya baru menemukan 1 ide untuk saya tawarkan kepada Dosen Pembimbing nantinya, ide itu berawal dari permulaan semester lalu, ketika senior saya sedang mengerjakan proyek java mobile-nya(J2ME), kemudian saya lalu berfikir,mengapa tidak menggunakan J2ME saya dalam membuat PI nanti. Dari situ terpikirlah untuk mulai mencari suatu ide dan terkonseplah sebuah gagasan untuk mempermudah penyampaian informasi kelulusan kursus. Informasi kelulusan yang tadinya hanya memlalui dua media, yakni site resmi LePKom dan pengumuman kelulusan yang ditempel didepan masing - masing lab, kini dapat diakses melalui aplikasi khusus pengecekan kelulusan yang dapat diinstall di handphone. Dengan pertimbangan para praktikan yang tidak memiliki laptop untuk akses innternet maupun modem untuk tersambung ke situs LePKom, mereka harus ke warnet atau menunggu berjam - jam didepan lab yang bersangkutan sampai status kelulusan diedarkan, maka akan lebih berguna lagi kita tambah fitur penyampaian informasi kelulusan melalui handheld device seperti handphone.
Umumnya handphone merupakan sahabat setia para mahasiswa, kemanapun mereka pergi tidak lupa untuk membawanya. Laptop bisa jadi tidak punya, tapi handphone - handphone canggih bisa jadi ada disetiap genggaman tangan mengingat untuk mendapatkannya pun kian mudah dan murah. Konsepnya adalah, bagaimana kita menyatukan aplikasi informasi kelulusan yang mereka butuhkan kedalam "sahabat" setia mereka dalam genggaman.
Sedangkan untuk aplikasinya, konsepnya adalah merequest suatu record dari database (yang merupakan database online - hosting,red.) dengan cara mengirimkan keyword berupa nama kursus, npm, serta periode kursus yang diikuti kepada server untuk kemudian diberikan nilai balik berupa hasil kelulusan praktikan tersebut. Mengapa J2ME? karena J2ME mampu menampilkan user interface yang menarik dan dapat dijalankan pada berbagai platform. User interface yang menarik ini akan merubah mindset kita dari konsep sms gateway yang monotone dengan tampilan teksnya. Selanjutnya, kita tunggu saja ide ini diterima DP atau tidak.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Untuk PI yang sebentar lagi datang, saya baru menemukan 1 ide untuk saya tawarkan kepada Dosen Pembimbing nantinya, ide itu berawal dari permulaan semester lalu, ketika senior saya sedang mengerjakan proyek java mobile-nya(J2ME), kemudian saya lalu berfikir,mengapa tidak menggunakan J2ME saya dalam membuat PI nanti. Dari situ terpikirlah untuk mulai mencari suatu ide dan terkonseplah sebuah gagasan untuk mempermudah penyampaian informasi kelulusan kursus. Informasi kelulusan yang tadinya hanya memlalui dua media, yakni site resmi LePKom dan pengumuman kelulusan yang ditempel didepan masing - masing lab, kini dapat diakses melalui aplikasi khusus pengecekan kelulusan yang dapat diinstall di handphone. Dengan pertimbangan para praktikan yang tidak memiliki laptop untuk akses innternet maupun modem untuk tersambung ke situs LePKom, mereka harus ke warnet atau menunggu berjam - jam didepan lab yang bersangkutan sampai status kelulusan diedarkan, maka akan lebih berguna lagi kita tambah fitur penyampaian informasi kelulusan melalui handheld device seperti handphone.
Umumnya handphone merupakan sahabat setia para mahasiswa, kemanapun mereka pergi tidak lupa untuk membawanya. Laptop bisa jadi tidak punya, tapi handphone - handphone canggih bisa jadi ada disetiap genggaman tangan mengingat untuk mendapatkannya pun kian mudah dan murah. Konsepnya adalah, bagaimana kita menyatukan aplikasi informasi kelulusan yang mereka butuhkan kedalam "sahabat" setia mereka dalam genggaman.
Sedangkan untuk aplikasinya, konsepnya adalah merequest suatu record dari database (yang merupakan database online - hosting,red.) dengan cara mengirimkan keyword berupa nama kursus, npm, serta periode kursus yang diikuti kepada server untuk kemudian diberikan nilai balik berupa hasil kelulusan praktikan tersebut. Mengapa J2ME? karena J2ME mampu menampilkan user interface yang menarik dan dapat dijalankan pada berbagai platform. User interface yang menarik ini akan merubah mindset kita dari konsep sms gateway yang monotone dengan tampilan teksnya. Selanjutnya, kita tunggu saja ide ini diterima DP atau tidak.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Mengapa Mempelajari Bahasa Indonesia
Sadarkah kita pada setiap waktu, setiap saat dan dimana saja kita mengadakan komunikasi. Dan pada komunikasi dibutuhkan suatu bahasa. lantas, bahasa apakah yang selalu kita gunakan? Pernahkan dosen kita menugaskan kita untuk berdiskusi mengungkapkan pendapat di tengah - tengah forum kelas? Adakah bahasa yang kita gunakan sudah tepat dan benar?
Dari ilustrasi diatas kita dapat berkaca pada diri kita sendiri, sampai dimanakah kemampuan berbahasa kita, dan bagaimanakah kita mengkomunikasikan bahasa kita secara tepat, dan efisien.
Adapun alasan kita mempelajari Bahasa Indonesia antara lain sebagai berikut :
1. Menghargai dan membanggakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan
Bahasa Indonesia Merupakan bahasa yang dapat mempersatukan beraneka ragamnya masyarakat dari sabang hingga merauke, maka kita sebagai bangsa indonesia harus bangga dan menghargainya.
2. Menghargai bahasa Indonesia dari segi bentuk, makna dan fungsi serta menggunakannya secara tepat dan efektif untuk berbagai tujuan
Mengenal dan mengetahui bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu tidaklah cukup tanpa kita terapkan dalam kehidupan sehari - hari secara tepat dan efektif.
3. Mampu menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional dan kematangan sosial
Dengan berbahasa Indonesia, kita diharapkan mampu meningkatkan kemampual intelektual, kematangan emosional serta sosial, dengan memperluas dan lihai dalam berbahasa, tentu akan memudahkan seseorang menjalin komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat dan dapat menguasai pembicaraan pada saat pidato ataupun public speaking lainnya, serta dapat memberi informasi secara tepat dan jelas.
4. Disiplin dalam berpikir dan berbahasa
Bahasa Indonesia juga melatih kita untuk berdisiplin dalam berfikir dan bberbahasa, contohnya saja ketika kita menghadapi situasi resmi, kita telah terbiasa menggunakan bahasa resmi(bahasa formal).
5. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
Dengan luasnya pengetahuan kita dan ditambah dengan kemampuan berbahasa, dapat mengembangkan pribadi kita lebih bersahaja. Ketika kita berkomunikasi dengan masyarakat, secara tidak langsung kita telah bertukar informasi dan wawasan.
6. menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelktual manusia Indonesia
Bahasa Indonesia merupakan harta budaya Indonesia yang sangat berarti, oleh karena itu kita harus menjunjung tinggi, menghormati, menjaganya serta melestarikannya.
referensi : http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Indonesia/Indonesia.htm
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Dari ilustrasi diatas kita dapat berkaca pada diri kita sendiri, sampai dimanakah kemampuan berbahasa kita, dan bagaimanakah kita mengkomunikasikan bahasa kita secara tepat, dan efisien.
Adapun alasan kita mempelajari Bahasa Indonesia antara lain sebagai berikut :
1. Menghargai dan membanggakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan
Bahasa Indonesia Merupakan bahasa yang dapat mempersatukan beraneka ragamnya masyarakat dari sabang hingga merauke, maka kita sebagai bangsa indonesia harus bangga dan menghargainya.
2. Menghargai bahasa Indonesia dari segi bentuk, makna dan fungsi serta menggunakannya secara tepat dan efektif untuk berbagai tujuan
Mengenal dan mengetahui bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu tidaklah cukup tanpa kita terapkan dalam kehidupan sehari - hari secara tepat dan efektif.
3. Mampu menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional dan kematangan sosial
Dengan berbahasa Indonesia, kita diharapkan mampu meningkatkan kemampual intelektual, kematangan emosional serta sosial, dengan memperluas dan lihai dalam berbahasa, tentu akan memudahkan seseorang menjalin komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat dan dapat menguasai pembicaraan pada saat pidato ataupun public speaking lainnya, serta dapat memberi informasi secara tepat dan jelas.
4. Disiplin dalam berpikir dan berbahasa
Bahasa Indonesia juga melatih kita untuk berdisiplin dalam berfikir dan bberbahasa, contohnya saja ketika kita menghadapi situasi resmi, kita telah terbiasa menggunakan bahasa resmi(bahasa formal).
5. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
Dengan luasnya pengetahuan kita dan ditambah dengan kemampuan berbahasa, dapat mengembangkan pribadi kita lebih bersahaja. Ketika kita berkomunikasi dengan masyarakat, secara tidak langsung kita telah bertukar informasi dan wawasan.
6. menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelktual manusia Indonesia
Bahasa Indonesia merupakan harta budaya Indonesia yang sangat berarti, oleh karena itu kita harus menjunjung tinggi, menghormati, menjaganya serta melestarikannya.
referensi : http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Indonesia/Indonesia.htm
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
My Autobiography - 23/2/2010
1. MASA LAHIR
Senin itu di kota Ambon, tanggal 15 Mei 1989, bendera setengah tiang menghiasi sepanjang kota menyambut hari patimura. Bersamaan dengan itu saya terlahir ke dunia ini, terlahir dengan isak tangis seorang bayi mensyukuri rahmat yang Allah S.W.T berikan. Fatra Firdaus Saputra Syafril, adalah nama yang orang tua saya berikan. arti kata Fatra sendiri memiliki 2 makna, yang pertama fatra sebagai kenangan saya yang lahir bertepatan dengan hari patmura, karena Fatra memiliki kesamaan bunyi dengan singkatan patimura. sedangkan arti kedua memiliki makna singkatan dari "jaVA-sumaTRA" yang diubah menjadi Fatra. Hal tersebut menandakan bahwa dalam darah saya mengalir dara Jawa dari ibu dan Sumatra dari ayah. arti kata Firdaus sendiri adalah nama surga, sedangkan Saputra Syafril memiliki arti putra dari Syafril, ayah saya. Jadi keseluruhan arti nama saya ialah telah lahir seorang Fatra, putra dari H.Syafril dan Hj. Lilik S. yang merupakan surga kebahagiaan orang tua ku, dan semoga pada Firdaus lah saya akan kembali
2. MASA BALITA
Ketika umur 40 hari, saya dibawa ke tanaha kelahiran ibu, tepatnya di Blitar - Jawa timur. Saya dititipkan kepada nenek dan keluarga besar disana karena Ibu dan Ayah harus mengurus beberapa usaha yang telah lama dirintis di kota Ambon. Oleh karena itu kesibukan Ibu saya yang pulang pergi Blitar - Ambon,Saya hanya meminum ASi kurang lebih 1 tahun saja, dan dilanjutkan dengan susu Formula dan makanan bayi.
ketika berumur 9 bulan, saya mulai berbicara layaknya seperti bayi - bayi lain yang belajar berbicara.setelah umur saya mencapai 14 bulan saya sudah mulai berjalan dengan sebelumnya saya merangkak namun langsung menggunakan ujung kaki, oleh karena itu saya sempat terjatuh dan bibir saya sebelah kanan bawah harus dijahit. Saya juga sempat masuk rumah sakit saat usia saya 17 bulan hanya karena sariawan. Saya juga pernah tersiram air panah hingga kulit tubuh meleleh dan terkelupas, kejadian itu tepat pada saat Hari Raya Iedul Qurban. Bagian badan saya terkelupas tetapi untungnya tidak mengenai wajah. Butuh waktu yang lumayan lama saya mendapat terapi penyembuhan kulit, Alhamdullilah kulit saya tumbuh seperti sedia kala.
Akhirnya saya kembali diambil Ayah untuk ikut ke Ambon pada umur 2,6 tahun, dan dibesarkan Orang tua disana. Disana ada beberapa saudara sepupuku yang sebaya dan ada yang lebih tua 1 tahun dari saya. Di Ambon, saya selalu diajak ke Toko milik orang tua saya dan begitu seterusnya hingga beranjak 4 tahun, saya jarang memiliki teman sebaya saat itu, dengan kompleks pertokoan yang berada di dalam sebuah Mall, tidak banyak anak kecil yang berada disana, hanya terkadang anak pemilik toko sebelah yang main ke toko dan bermain bersama, atau kalau tidak, ku dibawa ke rumah makan yang kami miliki, disana hampir setia sabtu dan minggu, anak pemilik rumah makan di sebelah kami datang dan kadang mengajakku bermain berlari kesana kemari di pinggir jalan. Banyak waktu yang saya habiskan dengan pegawai toko saya, bergaul dengan orang - orang yang lebih dewasa dan mengamati mereka. Saya sangat bersyukur dari mereka tidak ada yang mengajarkan kejelekan kepada saya, maka banyak pengetahuan yang saya dapatkan dari mereka. Jika tidak ada yang dapat menaggapi saya, saya mulai mencari dan belajar sendiri, mulai dari mebeli buku - buku bergambar, buku cerita yang selalu menemani kesendirian saya hingga menemukan ide - ide membuat permainan - permainan dari barang - barang bekas di toko seperti kardus ataupun lainnya.
Di umur 5 tahun saya masuk Taman Anak - Anak Al - Hilal 1, disana layaknya anak lain saya mulai belajar mengenal berbagai macam pengetahuan yang lebih luas lagi. Saya juga pernah di hukum saat awal bersekolah di TK. Karena saat itu saya 1 kelas dengan seorang sepupu yang sebaya, dia mengajak saya mengorbrol ketika ibu guru saya bernama ibu Wati,sedang menerangkan sehingga saya dihukum berdiri didepan kelas. Saat itu ibu mengetahui kejadian tersebut merasa tidak senang karena mengingat saya baru masuk dan belum banyak mengerti tapi langsung dihukum tanpa diberi pengertian terlebih dahulu. Ibu langsung memindahkan kelas saya di kelas lain yang tidak diajar oleh ibu itu. Namun kelucuan justru terjadi jauh setelah kejadian itu berlangsung lama, ketika TK kami hendak mengikuti lomba disuatu tempat yang agak jauh, kami membantu dengan menyediakan transportasi, saat itu yang menyetir adalah paman saya dan kebetulan ibu wati juga ikut mengantarkan, dari situlah ibu guru saya berkenalan dengan paman dan akhirnya menikah.

3. MASA ANAK -ANAK
Setelah lulus TK Al - Hilal 1, saya langsung melanjutkan di Sekolah Dasar Al - Hilal 1, disana ada pembagian masuk sekolah, 2 minggu masuk pagi, 2 minggu berikutnya masuk siang. waktu sebelum berangkat sekolah hingga pulang sekolah saya habiskan di toko. Saya hanya berada dirumah bersama keluarga pada malam hari, sehingga belajar dan mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah) pun saya lakukan di toko. Saat itu toko kami memang sengaja tidak diberi televisi sehingga belajar saya tidak terganggu oleh acara - acara TV. Untuk menonton TV saya sering menumpang ke tetangga toko, itupun hanya 1 film yang saya sukai. Hal tersebut cukup membantu, nilai saya cukup memuaskan. Namun saya masih merasa kurang maksimal, mungkin karena saya terkadang ketinggalan beberapa pelajaran karena sering ijin ikut Ayah bisnis keluar pulau. Bahkan pernah saya ijin hingga 1 minggu karena ikut Ayah ke pulau karena waktu itu mendadak ada masalah pada usaha speedboat dan bus kami di sebuah pulau bernama pulau seram, tak jauh dari pulau ambon. Karena mendadak, saya tidak membawa persiapan untuk belajar sehingga saya harus mengejar ketinggalan saya.
Tahun 1998, menyisahkan kenangan tersendiri bagi saya, saat itu terjadi kerusuhan di kota Ambon, pagi itu baru saja kami selesai menunaikan shalat ied, ayah melihat orang berlari membawa parang. Saat itu mulailah peperangan dimulai, banyak rumah dirusak, toko - toko dibakar, orang - orang dibunuh, semua membuat saya yang berumur 9 tahun shock. saya terpaksa berhenti sekolah karena sekolah saya telah rata dengan tanah, 1 minggu saya tidak nafsu makan. Dengan mempertimbangkan pendidikan saya juga, akhirnya saya dikirim ke Blitar lagi untuk melanjutkan sekolah disana. Awalnya saya kesulitan beradaptasi karena bahasa yang berbeda dan kondisi lokasi yang jauh berbeda dari Ambon. Ayah saya masih tetap berada di Ambon bersama ibu, dan Saya akhirnya pindah ke sebuah dasar,SDN Babadan I wlingi, disana saya memulai kembali lembar baru perjalanan hidup saya. Disana, saya agak kesulitan mengejar pelajarqan yang memang telah tertinggal cukup jauh mengingat saya di Ambon telah lama meninggalkan sekolah, ditambah lagi disana merupakan SD terfavorit sehingga para siswanya pun merupakan siswa pilihan membuat nilai saya pun anjlok. Memasuki tahun ajaran di kelas 5, kembali terjadi peristiwa yang cukup memukul. Ayah saya yang sakit dan dibawa ke Padang pada akhirnya meninggal, semua itu cukup merubah sikap saya, saya yang di kelas seorang yang rame, akhirnya menjadi pendiam dan bisa lebih menghargai hidup ini. Hingga Akhirnya di kelas 6, ada seorang teman yang sempat meremehkan dan menghina saya. Ia mengatakan dengan kemampuan saya yang seperti ini saya tidak akan bisa masuk ke SMP 1 Wlingi, tentu hal tersebut membakar amarah saya, maka yang saya dapat lakukan adalah membenahi diri. Saya mulai belajar dengan giat dan keras, dan yang masih saya ingat hingga kini ialah guru matematika saya, bapak Djono, dimana diakhir jam sekolah, saya pernah menyita waktu beliau untuk menerangkan kembali beberapa hal yang memang belum saya mengerti dan malu untuk saya tanyakan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Dari situ saya semakn paham dan lebih mengerti, sehingga saya dapat lulus dengan hasil yang sangat memuaskan hingga dapat diterima di SMP 1 Wlingi, tapi tidak dengan teman yang mengejek saya tadi.

4. MASA REMAJA
Di SMP, saya mulai merangkai keberhasilan dengan belajar dengan sungguh - sungguh. Meski saya tidak pernah mengikuti lomba - lomba olimpiade pelajaran atau semacamnya, karena saya belum merasa mampu dan masih merasa takut untuk tampil di umum, namun sedikit demi sedikit saya mulai mengikuti kegiatan - kegiatan yang diselenggarakan oleh SMP saya walau hanya karnaval dan lomba baris atau semacamnya. Waktu itu memang trauma saya masih agak membuat saya merasa tidak percaya diri untuk terbuka secara umum. Hingga saya dekat dengan kepala sekolah saya, saya berterima kasih banyak kepada Bapak Isbah Salimi karena berkat beliau saya juga mulai berubah ke arah yang lebih baik dan tidak lagi merasa minder,tampaknya belia memang mengerti masalah yang saya hadapi atas trauma masa lalu saya dan beliau tidak kenal lelah memotivasi saya. Awal mulanya dari saya diminta untuk mendampingi beliau pada saat karnaval di SMP dan terus berlanjut menjadi icon karnaval bersama beliau di setian karnaval SMP yang diadakan, beliau bahkan menyempatkan mengantar saya pulang dan mampir hanya untuk memotivasi saya. Beliau adalah bapak bagi saya yang membuat banyak perubahan dalam hidup saya yang nantinya akan berpengaruh pada masa - masa sesudah itu.
5. MASA MENJELANG DEWASA
SMA 1 Talun merupakan SMA favorit yang ingin saya masuki, berbekal ilmu yang saya persiapkan, akhirnya saya dapat bersekolah disana. Banyak perubahan yang terjadi disana, awal masuk ketika diadakan MOS (Masa Orientasi Siswa) banyak dilakukan pembekalan - pembekalan. Saya mulai berfikir, bahwa jika saya masih tetap seperti saya yang SMP dahulu, saya tidak akan maju, sekarang akan tercipta cerita yang baru seiring dengan dimulainya masuk SMA. Saya yang dulu kurang percaya diri berfikir, percuma jika kepandaian dan kreativitaas yang saya miliki hanya saya simpan seperti dulu tanpa saya komunikasikan, dan saya memutuskan untuk berubah. Dari situlah saya mulai memberanikan diri ikut ambil bagian dari debat yang diadakan pada saat pembekalan MOS dan menguasai perdebatan. Dengan tinggi saya yang sekitar 180an dan kemampuan komunikasi yang saya miliki, saya akhirnya direkrut menjadi Paskibra. Jika mengingat saya dulu pernah ketakutan dan terpaksa mmengibarkan bendera di SMP, sekarang malah mahir dan ketagihan untuk mengambil peran dalam setiap upacara. Di awal tahun ajaran itu pula saya akhirnya lolos pada pemilihan OSIS dan menjabat wakil seksi bidang II yang membidangi paskibra. Disinilah awal mula karir yang akan saya bangun. Di OSIS lah awal saya mengasal ketrampilan berkomunikasi dan berorganisasi, hingga kelas 2 kembali dipercayakan di OSIS sebagai sekretaris umum membuat pelajaran saya sedikit terganggu, kelelahan membuat saya terasa agak kesusahan mengejar pelajara, namun untungnya masih bisa bertahan dengan nilai yang lumayan memuaskan.
setelah lulus SMA, saya mengikuti spmb, keinginan saya dapat berkuliah di universitas Indonesia. Namun sayang,saya tidak lolos untuk berkuliah di UI, tapi keluarga tetap menginginkanku berkuliah di Jakarta agar mudah diawasi oleh keluarga, kebetulan paman telah lama tinggal di jakarta. Akhirnya saya menemuka kampus Gunadarma ini, Universitas swasta yang terakreditasi A khususnya untuk bidang yang saya minati, yakni Komputer. Hari - hari pertama di kampus begitu terasa berbeda dengan yang ada di SMA dulu. Dan saya mulai terbiasa dengan suasana kuliah ini. semester demi semester telah saya lewati, semakin dekat pula saya dengan gerbang kelulusan. saat ini saya harus berjuang menghadapi semester 6 ini dengan semangat, dan saya tidak boleh menyerah dan tidak akan menyerah berlari meraih masa depan saya, hingga detik ini pun saya harus terus semangat, dalam menyelesaikan tugas bahasa indonesia, menulis autobiogaphy ini.

referensi : Berdasarkan pengalaman Pribadi, cerita orang tua dan orang - orang terdekat saya.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Senin itu di kota Ambon, tanggal 15 Mei 1989, bendera setengah tiang menghiasi sepanjang kota menyambut hari patimura. Bersamaan dengan itu saya terlahir ke dunia ini, terlahir dengan isak tangis seorang bayi mensyukuri rahmat yang Allah S.W.T berikan. Fatra Firdaus Saputra Syafril, adalah nama yang orang tua saya berikan. arti kata Fatra sendiri memiliki 2 makna, yang pertama fatra sebagai kenangan saya yang lahir bertepatan dengan hari patmura, karena Fatra memiliki kesamaan bunyi dengan singkatan patimura. sedangkan arti kedua memiliki makna singkatan dari "jaVA-sumaTRA" yang diubah menjadi Fatra. Hal tersebut menandakan bahwa dalam darah saya mengalir dara Jawa dari ibu dan Sumatra dari ayah. arti kata Firdaus sendiri adalah nama surga, sedangkan Saputra Syafril memiliki arti putra dari Syafril, ayah saya. Jadi keseluruhan arti nama saya ialah telah lahir seorang Fatra, putra dari H.Syafril dan Hj. Lilik S. yang merupakan surga kebahagiaan orang tua ku, dan semoga pada Firdaus lah saya akan kembali
2. MASA BALITA
Ketika umur 40 hari, saya dibawa ke tanaha kelahiran ibu, tepatnya di Blitar - Jawa timur. Saya dititipkan kepada nenek dan keluarga besar disana karena Ibu dan Ayah harus mengurus beberapa usaha yang telah lama dirintis di kota Ambon. Oleh karena itu kesibukan Ibu saya yang pulang pergi Blitar - Ambon,Saya hanya meminum ASi kurang lebih 1 tahun saja, dan dilanjutkan dengan susu Formula dan makanan bayi.
ketika berumur 9 bulan, saya mulai berbicara layaknya seperti bayi - bayi lain yang belajar berbicara.setelah umur saya mencapai 14 bulan saya sudah mulai berjalan dengan sebelumnya saya merangkak namun langsung menggunakan ujung kaki, oleh karena itu saya sempat terjatuh dan bibir saya sebelah kanan bawah harus dijahit. Saya juga sempat masuk rumah sakit saat usia saya 17 bulan hanya karena sariawan. Saya juga pernah tersiram air panah hingga kulit tubuh meleleh dan terkelupas, kejadian itu tepat pada saat Hari Raya Iedul Qurban. Bagian badan saya terkelupas tetapi untungnya tidak mengenai wajah. Butuh waktu yang lumayan lama saya mendapat terapi penyembuhan kulit, Alhamdullilah kulit saya tumbuh seperti sedia kala.
Akhirnya saya kembali diambil Ayah untuk ikut ke Ambon pada umur 2,6 tahun, dan dibesarkan Orang tua disana. Disana ada beberapa saudara sepupuku yang sebaya dan ada yang lebih tua 1 tahun dari saya. Di Ambon, saya selalu diajak ke Toko milik orang tua saya dan begitu seterusnya hingga beranjak 4 tahun, saya jarang memiliki teman sebaya saat itu, dengan kompleks pertokoan yang berada di dalam sebuah Mall, tidak banyak anak kecil yang berada disana, hanya terkadang anak pemilik toko sebelah yang main ke toko dan bermain bersama, atau kalau tidak, ku dibawa ke rumah makan yang kami miliki, disana hampir setia sabtu dan minggu, anak pemilik rumah makan di sebelah kami datang dan kadang mengajakku bermain berlari kesana kemari di pinggir jalan. Banyak waktu yang saya habiskan dengan pegawai toko saya, bergaul dengan orang - orang yang lebih dewasa dan mengamati mereka. Saya sangat bersyukur dari mereka tidak ada yang mengajarkan kejelekan kepada saya, maka banyak pengetahuan yang saya dapatkan dari mereka. Jika tidak ada yang dapat menaggapi saya, saya mulai mencari dan belajar sendiri, mulai dari mebeli buku - buku bergambar, buku cerita yang selalu menemani kesendirian saya hingga menemukan ide - ide membuat permainan - permainan dari barang - barang bekas di toko seperti kardus ataupun lainnya.
Di umur 5 tahun saya masuk Taman Anak - Anak Al - Hilal 1, disana layaknya anak lain saya mulai belajar mengenal berbagai macam pengetahuan yang lebih luas lagi. Saya juga pernah di hukum saat awal bersekolah di TK. Karena saat itu saya 1 kelas dengan seorang sepupu yang sebaya, dia mengajak saya mengorbrol ketika ibu guru saya bernama ibu Wati,sedang menerangkan sehingga saya dihukum berdiri didepan kelas. Saat itu ibu mengetahui kejadian tersebut merasa tidak senang karena mengingat saya baru masuk dan belum banyak mengerti tapi langsung dihukum tanpa diberi pengertian terlebih dahulu. Ibu langsung memindahkan kelas saya di kelas lain yang tidak diajar oleh ibu itu. Namun kelucuan justru terjadi jauh setelah kejadian itu berlangsung lama, ketika TK kami hendak mengikuti lomba disuatu tempat yang agak jauh, kami membantu dengan menyediakan transportasi, saat itu yang menyetir adalah paman saya dan kebetulan ibu wati juga ikut mengantarkan, dari situlah ibu guru saya berkenalan dengan paman dan akhirnya menikah.

3. MASA ANAK -ANAK
Setelah lulus TK Al - Hilal 1, saya langsung melanjutkan di Sekolah Dasar Al - Hilal 1, disana ada pembagian masuk sekolah, 2 minggu masuk pagi, 2 minggu berikutnya masuk siang. waktu sebelum berangkat sekolah hingga pulang sekolah saya habiskan di toko. Saya hanya berada dirumah bersama keluarga pada malam hari, sehingga belajar dan mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah) pun saya lakukan di toko. Saat itu toko kami memang sengaja tidak diberi televisi sehingga belajar saya tidak terganggu oleh acara - acara TV. Untuk menonton TV saya sering menumpang ke tetangga toko, itupun hanya 1 film yang saya sukai. Hal tersebut cukup membantu, nilai saya cukup memuaskan. Namun saya masih merasa kurang maksimal, mungkin karena saya terkadang ketinggalan beberapa pelajaran karena sering ijin ikut Ayah bisnis keluar pulau. Bahkan pernah saya ijin hingga 1 minggu karena ikut Ayah ke pulau karena waktu itu mendadak ada masalah pada usaha speedboat dan bus kami di sebuah pulau bernama pulau seram, tak jauh dari pulau ambon. Karena mendadak, saya tidak membawa persiapan untuk belajar sehingga saya harus mengejar ketinggalan saya.
Tahun 1998, menyisahkan kenangan tersendiri bagi saya, saat itu terjadi kerusuhan di kota Ambon, pagi itu baru saja kami selesai menunaikan shalat ied, ayah melihat orang berlari membawa parang. Saat itu mulailah peperangan dimulai, banyak rumah dirusak, toko - toko dibakar, orang - orang dibunuh, semua membuat saya yang berumur 9 tahun shock. saya terpaksa berhenti sekolah karena sekolah saya telah rata dengan tanah, 1 minggu saya tidak nafsu makan. Dengan mempertimbangkan pendidikan saya juga, akhirnya saya dikirim ke Blitar lagi untuk melanjutkan sekolah disana. Awalnya saya kesulitan beradaptasi karena bahasa yang berbeda dan kondisi lokasi yang jauh berbeda dari Ambon. Ayah saya masih tetap berada di Ambon bersama ibu, dan Saya akhirnya pindah ke sebuah dasar,SDN Babadan I wlingi, disana saya memulai kembali lembar baru perjalanan hidup saya. Disana, saya agak kesulitan mengejar pelajarqan yang memang telah tertinggal cukup jauh mengingat saya di Ambon telah lama meninggalkan sekolah, ditambah lagi disana merupakan SD terfavorit sehingga para siswanya pun merupakan siswa pilihan membuat nilai saya pun anjlok. Memasuki tahun ajaran di kelas 5, kembali terjadi peristiwa yang cukup memukul. Ayah saya yang sakit dan dibawa ke Padang pada akhirnya meninggal, semua itu cukup merubah sikap saya, saya yang di kelas seorang yang rame, akhirnya menjadi pendiam dan bisa lebih menghargai hidup ini. Hingga Akhirnya di kelas 6, ada seorang teman yang sempat meremehkan dan menghina saya. Ia mengatakan dengan kemampuan saya yang seperti ini saya tidak akan bisa masuk ke SMP 1 Wlingi, tentu hal tersebut membakar amarah saya, maka yang saya dapat lakukan adalah membenahi diri. Saya mulai belajar dengan giat dan keras, dan yang masih saya ingat hingga kini ialah guru matematika saya, bapak Djono, dimana diakhir jam sekolah, saya pernah menyita waktu beliau untuk menerangkan kembali beberapa hal yang memang belum saya mengerti dan malu untuk saya tanyakan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Dari situ saya semakn paham dan lebih mengerti, sehingga saya dapat lulus dengan hasil yang sangat memuaskan hingga dapat diterima di SMP 1 Wlingi, tapi tidak dengan teman yang mengejek saya tadi.

4. MASA REMAJA
Di SMP, saya mulai merangkai keberhasilan dengan belajar dengan sungguh - sungguh. Meski saya tidak pernah mengikuti lomba - lomba olimpiade pelajaran atau semacamnya, karena saya belum merasa mampu dan masih merasa takut untuk tampil di umum, namun sedikit demi sedikit saya mulai mengikuti kegiatan - kegiatan yang diselenggarakan oleh SMP saya walau hanya karnaval dan lomba baris atau semacamnya. Waktu itu memang trauma saya masih agak membuat saya merasa tidak percaya diri untuk terbuka secara umum. Hingga saya dekat dengan kepala sekolah saya, saya berterima kasih banyak kepada Bapak Isbah Salimi karena berkat beliau saya juga mulai berubah ke arah yang lebih baik dan tidak lagi merasa minder,tampaknya belia memang mengerti masalah yang saya hadapi atas trauma masa lalu saya dan beliau tidak kenal lelah memotivasi saya. Awal mulanya dari saya diminta untuk mendampingi beliau pada saat karnaval di SMP dan terus berlanjut menjadi icon karnaval bersama beliau di setian karnaval SMP yang diadakan, beliau bahkan menyempatkan mengantar saya pulang dan mampir hanya untuk memotivasi saya. Beliau adalah bapak bagi saya yang membuat banyak perubahan dalam hidup saya yang nantinya akan berpengaruh pada masa - masa sesudah itu.
5. MASA MENJELANG DEWASA
SMA 1 Talun merupakan SMA favorit yang ingin saya masuki, berbekal ilmu yang saya persiapkan, akhirnya saya dapat bersekolah disana. Banyak perubahan yang terjadi disana, awal masuk ketika diadakan MOS (Masa Orientasi Siswa) banyak dilakukan pembekalan - pembekalan. Saya mulai berfikir, bahwa jika saya masih tetap seperti saya yang SMP dahulu, saya tidak akan maju, sekarang akan tercipta cerita yang baru seiring dengan dimulainya masuk SMA. Saya yang dulu kurang percaya diri berfikir, percuma jika kepandaian dan kreativitaas yang saya miliki hanya saya simpan seperti dulu tanpa saya komunikasikan, dan saya memutuskan untuk berubah. Dari situlah saya mulai memberanikan diri ikut ambil bagian dari debat yang diadakan pada saat pembekalan MOS dan menguasai perdebatan. Dengan tinggi saya yang sekitar 180an dan kemampuan komunikasi yang saya miliki, saya akhirnya direkrut menjadi Paskibra. Jika mengingat saya dulu pernah ketakutan dan terpaksa mmengibarkan bendera di SMP, sekarang malah mahir dan ketagihan untuk mengambil peran dalam setiap upacara. Di awal tahun ajaran itu pula saya akhirnya lolos pada pemilihan OSIS dan menjabat wakil seksi bidang II yang membidangi paskibra. Disinilah awal mula karir yang akan saya bangun. Di OSIS lah awal saya mengasal ketrampilan berkomunikasi dan berorganisasi, hingga kelas 2 kembali dipercayakan di OSIS sebagai sekretaris umum membuat pelajaran saya sedikit terganggu, kelelahan membuat saya terasa agak kesusahan mengejar pelajara, namun untungnya masih bisa bertahan dengan nilai yang lumayan memuaskan.
setelah lulus SMA, saya mengikuti spmb, keinginan saya dapat berkuliah di universitas Indonesia. Namun sayang,saya tidak lolos untuk berkuliah di UI, tapi keluarga tetap menginginkanku berkuliah di Jakarta agar mudah diawasi oleh keluarga, kebetulan paman telah lama tinggal di jakarta. Akhirnya saya menemuka kampus Gunadarma ini, Universitas swasta yang terakreditasi A khususnya untuk bidang yang saya minati, yakni Komputer. Hari - hari pertama di kampus begitu terasa berbeda dengan yang ada di SMA dulu. Dan saya mulai terbiasa dengan suasana kuliah ini. semester demi semester telah saya lewati, semakin dekat pula saya dengan gerbang kelulusan. saat ini saya harus berjuang menghadapi semester 6 ini dengan semangat, dan saya tidak boleh menyerah dan tidak akan menyerah berlari meraih masa depan saya, hingga detik ini pun saya harus terus semangat, dalam menyelesaikan tugas bahasa indonesia, menulis autobiogaphy ini.

referensi : Berdasarkan pengalaman Pribadi, cerita orang tua dan orang - orang terdekat saya.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Langganan:
Postingan (Atom)
